Kompleks
bangunan Hotel Surabaya didirikan
sekitar tahun 1884an. Bangunan
dibangun secara bertahap, dimana

pada
awalnya terdiri dari fungsi rumah
tinggal dan hotel. Bangunan tersebut
terletak di dekat lokasi setasiun
kereta api yang juga dibangun
pada waktu yang bersamaan. Pada
tahun 1900, bangunan disewakan
pada orang lain, yang kemudian
mengubah seluruh bangunan menjadi
sebuah hotel (penginapan). Pada
tahun 1960, bangunan kembali
ke tangan pemilk asalnya dan
pengelolaannya dilakukan oleh
pemilik tersebut. Bangunan memiliki
gaya yang sangat unik, yang tidak
ada duanya di Kota Bandung. Hampir
tidak ada jendela yang memiliki
bentuk yang sama. Bangunan bundar
yang terletak di samping depan
bangunan utama, dibuat dengan
menggunakan ubin lantai dan sebagian
dinding dari keramik yang khusus
didatangkan dari negeri Belanda
dengan corak Belanda.
Bangunan ini merupakan contoh bangunan
penginapan awal di kota Bandung,
dimana daerah toilet dan kamar
mandinya masih bersatu. Bangunan
ini pernah dijuluki sebutan Gedung
Biru, karena pada saat itu seluruh
cat kosen pintu dan jendela, maupun
dinding menggunakan warna biru.